Kuasai Bos Office, Pendapatan ‘JUSTICE LEAGUE’ Malah Mengecewakan

Jelang akhir tahun 2017, Warner Bros (WB) akhirnya merilis JUSTICE LEAGUE yang merupakan salah satu bagian penting dari DC Extended Universe (DCEU). Ditayangkan di Indonesia sejak 17 November 2017, film superhero-assemble dari DC ini memang digadang-gadang menjadi salah satu blockbuster di tahun 2017. Namun pendapatan dari pemutaran perdana film ini justru di bawah harapan meski meraih box office.

 

Tayang di 4.051 bioskop Amerika Utara di hari pertama, JUSTICE LEAGUE ‘cuma’ mengumpulkan USD 95 juta (sekitar Rp 1,2 triliun). Dilansir Variety, angka ini tentu di bawah estimasi WB sebesar USD 110 juta (sekitar Rp 1,4 triliun). JUSTICE LEAGUE bahkan kalah dari film solo WONDER WOMAN yang meraih USD 103 juta (sekitar Rp 1,3 triliun) di hari perdananya.

 

Sejauh ini di tahun 2017, sudah ada enam film selain WONDER WOMAN yang menembus angka seratus juta dolar dengan tiga film superhero dari pesaing DC yakni Marvel lewat GUARDIAN OF THE GALAXY VOL 2 (USD 146,5 juta = Rp 1,9 triliun), THOR: RAGNAROK (USD 122,7 juta = Rp 1,6 triliun) dan SPIDERMAN: HOMECOMING (USD 117 juta = Rp 1,5 triliun).

 

Dapat Rating Buruk di Rotten Tomatoes

 

PR besar tentu masih harus dilakukan CEO DC, Geoff Johns jika dirinya memang ingin membuat film superhero DC sesukses film jagoan-jagoan Marvel. Karena JUSTICE LEAGUE mendapat penilaian dingin dari para kritikus. Situs review dan berita Rotten Tomatoes hanya menetapkan rating 36% pada JUSTICE LEAGUE.Biang keladi rating yang tidak cukup baik ini adalah plot yang kacau hingga efek CGI pada Steppenwolf yang dianggap buruk.

 

Berkumpulnya pada superhero memang menarik meski dianggap cuma muncul untuk bertarung. Beruntung sosok Flash dan Aquaman begitu mencuri perhatian dan perubahan kepribadian Batman yang tampak lebih kalem. Sejauh ini dari lima film yang sudah dirilis WB-DC dalam rangkaian DCEU, WONDER WOMAN memiliki rating terbaik yakni 92% dan posisi kedua ada MAN OF STEEL (2013) dengan 55%. Raihan terburuk didapatkan oleh BATMAN V SUPERMAN: DAWN OF JUSTICE (2016) yang cuma 27% atau SUICIDE SQUAD (2016) hanya 26%.

 

Bandingkan dengan 17 film yang sudah dirilis Disney-Marveldi mana skor terendah adalah milik THOR: THE DARK WORLD (2013) dengan 66%. Sementara enam di antaranya punya rating di atas 90% dan yang terbaik adalah IRON MAN (2008) dengan 94%. Meskipun begitu CEO Marvel yakni Kevin Feige masih menilai Superman sebagai model superhero terbaik yang pernah ada. Bahkan Feige begitu antusias akan menonton JUSTICE LEAGUE dan menjalin hubungan baik dengan Johns.

 

Joss Whedon Memperkeruh Suasana?

 

Salah satu hal unik lain dari JUSTICE LEAGUE adalah keberadaan Joss Whedon bandar togel sgp yang masuk di bangku sutradara menggantikan Zack Snyder. Whedon ialah otak di balik suksesnya dua film Marvel, THE AVENGERS (2012) dan AVENGERS: AGE OF ULTRON (2015). Snyder memilih mundur usai kematian putrinya, Autumn Snyder pada Maret 2017 karena bunuh diri. Di tangan Whedon, beberapa perubahan dilakukan termasuk mengganti akhir cerita JUSTICE LEAGUE.

 

Hanya saja Whedon membuat banyak fans DC geram kala ketahuan memberi tanda suka dalam komentar miring atas Steppenwolf di JUSTICE LEAGUE. Warganet yang mengkritik itu menyebut kalau Steppenwolf adalah musuh terburuk yang pernah tampil di film layar lebar. Aksi Whedon ini dituding menjatuhkan JUSTICE LEAGUE dan membuat sakit hati para fans.

 

Comments

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *