Persekusi di Media Sosial 2017 Menelan 105 Korban dan Beberapa Kehilangan Pekerjaan

Begitu banyak kasus presekusi yang akhirnya memakan banyak korban, baik korban dari orang yang mepreseskusi atau juga mereka yang dipresekusi. Salah satu contohnya adalah seorang wartawan tabloid olahraga yang akhirnya harus dipecat terkait dengan cuitannya tentang Ustad Abdul Somad. Dengan ini kita semua lantas bertanya, benarkah adanya bahwa presekusi khususnya di Indonesia ini semakin merajalela?

Cuitan Zulfikar diduga Bentuk Persekusi

Jaringan relawan kebebasan berekspresi dari Southeast Asia Freedom of Expression Network atau SafeNet mengatakan bahwa ada kurang lebih 105 orang yang mengalami dugaan persekusi togel hongkong sepanjang tahun 2017 ini. dan bahkan beberapa di antaranya kehilangan pekerjaan seperti kasus yang paling baru tadi di mana dialami oleh seorang wartawan olahraga yakni Zulfikar Akbar.

Damar Juniarto, Koordinator SafeNet mengungkapkan bahwa kasus ini bisa jadi sebuah preseden yang buruk apabila terus dibiarkan. “Intimidasi yang dilanjutkan dengan cara pemecatan hanya karena diduga ia menista ataupun menghina ulama itu bukanlah praktik yang bagus. Mengapa? Karena apabila itu berhasil pada Zul, maka akan dilakukan juga pada orang lain. Akan memberikan suatu penghakiman pada orang yang diduga menghina ulama,” ungkapnya.

Cuitan Zulfikar pada akun twitter miliknya tentang penolakan ulama yakni Abdul Somad, dianggap sebagai bentuk penghinaan pada ulama. Dan akhirnya berujung [ada pemecatannya setelah media olahraga tempat ia bekerja mendapatkan intimidasi melalui telepon dan juga media sosial dengan tagar seruan #BoikotTopskor.

Harian Topskor Mengaku Tak Ikut Campur

Tagar yang mana salah satunya digunakan oleh Muslim Cyber Army tersebut pasalnya sempat juga menjadi trending topic di Indonesia/ dan pada hari Selasa, 26 Desember 2017, harian Topskor dan juga Yusuf Kurniawan, pemimpin redaksinya, mengumumkan bahwa pihaknya telah memecat Zulfikar sebagai karyawan di perusahaannya dan juga menyebutkan bahwa media tersebut tak terkait dengan cuitan mantan wartawannya tersebut.

“Sebenarnya apabila berbicara tekanan, memang sangat menekan dan stress banget karena konsekuensinya adalah terlalu jauh bahkan ada yang menarasikan saya, orang yang menghina ulamanya. Awalnya saya pikir bahwa ini hanya mengungkapkan kebebasan berekspresi dengan keras, akan tetapi tetap menggunakan bahasa yag pantas lah,” ungkap Yusuf.

Dan melalui akun twitter resminya, harian Topskor ini menulis: “Terhitung mulai hari ini, Selasa, 26 Desember 2017, manajemen Topskor sudah memutuskan hubungan kerja dengan Zulfikar Akbar @zoelfick. Maka sejak saat ini segala aktifitas yang dilakukan oleh sdr Zulfikar bukan lagi menjadi tanggung jawab institusi Topskor. Wassalam.”

Kebebasan Berekspresi

Damar menilai tentang cuitan Zul yang sempat menjadi perbincangan public itu. ia menilai bahwa cuitan tersebut adalah bentuk kebebasan berekspresi dan apabila memang ada yang tersinggung, maka tak perlu menggalang dukungan dan juga memberikan stigma menghina ulama dan lebih jauh melakukan intimidasi ke perusahaan tempatnya bekerja.

“Ia mengomentari situasi yang mana berkembang belakangan ini. dan memberikan pendapatnya juga yang pasti. Menurut saya, isinya dari kebebasan berekspresi tak melukai seseorang. Dan ini artinya, tak ada hak orang lainnya yang terampas. Itu pandangan pribadi yang disampaikan secara lugas,” ungkap Damar.

Ia juga menambahkan bahwa ini adalah hal wajar apabila komentar di media sosial menimbulkan ketersinggungan, akan tetapi ia menganggapnya sebagai bentuk kebebasan berekspresi dan apabila memang ada pelanggaran hukum, akan ditangani oleh pihak berwajib. Menurutnya, korban persekusi juga bisa melaporkan pada pihak kepolisian.

Tayang 29 Maret 2018, ‘MADDAH: DANUR 2’ Dijamin Lebih Seram

Lepas dari berbagai kritikan yang disematkan mulai dari penggambaran sosok hantu, alur cerita hingga akting sang aktris utama, Prilly Latuconsina, DANUR: I CAN SEE GHOSTS adalah salah satu film horor tersukses Indonesia. Dirilis pada 30 Maret 2017, DANUR mampu duduk di posisi ketiga film terlaris nomor tiga tahun 2017 dengan jumlah penonton 2.736.157. Bertahan selama hampir tujuh bulan, DANUR akhirnya dikudeta dengan mudah oleh PENGABDI SETAN.

 

DANUR jelas memiliki basis fans yang sangat kuat, apalagi jika diingat berasal dari novel karya Risa Saraswati. Hal ini akhirnya membuat MD Pictures kembali menggaet Prilly untuk mengisi tokoh Risa dan kembali terlibat dalam MADDAH: DANUR 2. Mengambil jadwal tayang 29 Maret 2018, MADDAH: DANUR 2 pun merilis teaser Bandar togel sgp trailer perdana mereka sebelum Natal kemarin.

 

Dalam teaser trailer itu, terlihat Prilly tengah berjalan di sebuah ruangan misterius dan diteror sesosok hantu perempuan. Hantu itu bukanlah Asih (Shareefa Daanish), melainkan jauh lebih mengerikan dan tengah bermain piano. Kembali diangkat dari novel karya Risa yang sudah dirilis tahun 2012, banyak yang menduga sosok hantu di teaser adalah Ivanna atau Elizabeth, sosok hantu perempuan zaman dulu yang memang meneror dalam novel Maddah.

 

Hantu Teman Risa Semakin Banyak

 

Berbeda dalam film pertama yang memperlihatkan trio hantu kecil berwajah bule bernama Peter (Gamaharitz), William (Wesley Andrew) dan Jansen (Kevin Bzezovski Taroreh), MADDAH: DANUR 2 menghadirkan dua hantu lain yakni Hans dan Hendrik. Masih diarahkan oleh Awi Suryadi, MADDAH: DANUR 2 menggaet Risa, Lele Laila dan Ferry Lesmana sebagai penulis naskah. Kisahnya sendiri melanjutkan persahabatan Risa dengan Peter, William, Jansen, Hans dan Hendrik. Risa yang semakin dewasa dan sibuk menyadari kalau hubungan mereka mulai renggang. Risa pun berkunjung ke tempat baru kelima teman hantunya di sebuah sekolah tua dan berkenalan dengan Marianne dan Norma, hantu yang berwatak keras.

 

Dengan DANUR yang sukses besar, Awi dan MD Pictures memang menjanjikan produksi MADDAH: DANUR 2 jauh lebih besar. Dengan proses syuting lebih lama yakni 12 hari di Sentul dan Hambalang, persiapan setahun membuat MADDAH: DANUR 2 digadang-gadang jauh lebih sukses daripada DANUR. Untuk tingkat kengeriannya, Prilly sampai mengakui jika dia didampingi paranormal lantaran mata batinnya telah dibuka sehingga bisa mleihat banyak penampakan di lokasi.

 

Bahkan melalui akun Instagramnya, Prilly mengungkapkan curhatnya dengan Risa mengenai dirinya yang merasa didatangi hantu. Menolak disebut settingan atau gimmick belaka, Risa rupanya meminta salah satu teman hantunya untuk menemani Prilly selama syuting MADDAH: DANUR 2.

 

Bisakah ‘MADDAH: DANUR 2’ Kalahkan ‘PENGABDI SETAN’?

 

Tak bisa dipungkiri jika PENGABDI SETAN memang membuka babak baru dalam film horor Indonesia. Sejak film arahan Joko Anwar ini dirilis 28 September 2017, film horor Indonesia seolah terlahir kembali dengan lebih terhormat. Ditonton 4.206.103 orang, PENGABDI SETAN sah menjadi film terlaris 2017 sekaligus film horor paling banyak ditonton sepanjang masa.

 

Masuk dalam 13 nominasi kategori Festival Film Indonesia 2017 dan memenangkan tujuh di antaranya, PENGABDI SETAN jelas membuktikan kalau film horor yang dikonsep berkualitas bisa memberikan suguhan luar biasa. Tak heran kalau nantinya perilisan MADDAH: DANUR 2 akan membuktikan kalau kisah Danur dengan Prilly sebagai bintang utamanya memang benar-benar berkualitas, bukan karena hanya mengandalkan nama Prilly yang populer di kalangan milenial.

Jadi Andalan Indonesia, ‘TURAH’ Gagal Masuk Oscar 2018

Asa penggemar film Indonesia untuk bisa melihat karya sineas Tanah Air bisa harum di ajang perfilman tertinggi dunia, Academy Awards alias Oscar sepertinya masih belum terwujud. Terbaru, film andalan Indonesia yakni TURAH harus gagal masuk di ajang bergengsi itu. Hal ini terungkap setelah film garapan sutradara Wicaksono Wisnu Legowo itu tak masuk di nominasi Film Berbahasa Asing Terbaik dalam Oscar 2018.

 

Sekedar informasi, penyelenggara Oscar 2018 yakni Academy of Motion Picture Arts and Sciences baru saja mengumumkan sembilan film asing terbaik dari 92 negara yang berhak masuk ke daftar nominasi. Kesembilan film itu adalah FANTASTIC WOMAN (Chile), IN THE FADE (Jerman), ON BODY AND SOUL (Hungaria), FOXTROT (Israel), THE INSULT (Libanon), LOVELESS (Rusia), FELICITE (Senegal), THE WOUND (Afrika Selatan) dan THE SQUARE (Swedia).

 

Nantinya kesembilan film yang masuk daftar nominasi itu bakal berjibaku untuk bisa mendapatkan Piala Oscar pada 4 Maret 2018. Selain TURAH yang gagal masuk, rupanya film asal Kamboja yang digarap oleh aktris Angeline Jolie berjudul FIRST THEY KILLED MY FATHER juga tak berhasil menembus Oscar 2018 meskipun masuk Golden Globes 2018. Untuk calon kuat pemenang kategori Film Berbahasa Asing Terbaik adalah THE SQUARE yang sudah menyabet gelar Palme d’Or di Cannes Film Festival 2017 dan LOVELESS yang mendapatkan Cannes Jury Prize.

 

‘TURAH’ Sukses Kalahkan 129 Film Lain

 

Perjalanan TURAH sebelum resmi dikirimkan oleh Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) memang cukup panjang. Terpilih dari lebih dari 130 judul film yang diseleksi PPFI, TURAH dianggap memiliki karakter yang sangat kuat. Dalam konferensi pers pertengahan September kemarin, Christine Hakim yang jadi salah satu anggota komite pemilihan berpendapat jika TURAH mempunyai kekuatan, kejujuran dan kesederhanaan dalam alur ceritanya.

 

Sekedar mengingatkan, TURAH berkisah mengenai kekalahan yang memang sudah jadi hal biasa bagi warga kampung terisolasi, Tirang, di pesisir utara kota Togel Online Tegal, Jawa Tengah. Selama hidupnya, warga Tirang tak pernah tahu apa itu mimpi karena selama ini hanya tahu jika mereka hidup berkat kebaikan hati Darso dan Pakel, juragan yang kaya raya.

 

Hal itu membuat warga Tirang hidup didikte tanpa pernah mengetahui cara untuk memberontak. Hingga akhirnya muncul Turah dan Jadag yang ingin melakukan perubahan dengan mendorong warga Tirang untuk berani memperjuangkan keinginan masing-masing, seperti dilansir CNN Indonesia. Sebelum TURAH, Indonesia sempat mengirimkan film SURAT DARI PRAHA untuk berlaga di ajang Oscar 2016, tapi lagi-lagi tak mampu bersaing.

 

Di Bioskop, ‘TURAH’ Cuma Tahan Dua Minggu

 

Kendati gagal melenggang ke Oscar 2018, pencapaian TURAH sudah membuat Wicaksono begitu bahagia. Dia bahkan tak pernah mengira kalau film yang sudah dirilis tahun 2016 itu akan memperoleh apresiasi sangat tinggi. Bahkan sebelum dipilih oleh PPFI, TURAH yang memasang para pemain lokal dan belum terkenal itu berhasil meraih banyak sekali penghargaan.

 

“Enggak menyangka kalau umurnya TURAH bisa sepanjang  ini. Sudah hampir setahun dan ternyata masih ada yang mengapresiasi. Dari 2016 akhir, lalu masuk festival, terus baru masuk bioskop bulan lalu dan hanya bertahan dua minggu lebih di Tegal. Terpaksa turun bioskop dan dipercaya untuk mewakili ke Oscar. Saya jadi kayak enggak ngerti cara menghadapinya,” ungkap Wicaksono.Dalam penuturannya, TURAH yang diproduseri oleh sutradara Ifa Isfansyah ini sudah dibuatkan cerita dan naskahnya oleh Wicaksono sejak tahun 2014.