Indonesia Perluas Peran Global Program Keluarga Berencana

Kata seorang eksekutif UNFPA, sebagai negara berpenghasilan menengah dengan populasi mayoritas Muslim dan mengingat keberhasilan relatifnya dalam keluarga berencana, Indonesia dapat memainkan peran yang lebih luas untuk berbagi pengalamannya dengan anggota Organisasi Kerjasama Islam lainnya guna memperkuat peran pemimpin agama Muslim dalam keluarga berencana.

Pertemuan Di Yogyakarta

Terdapat sekitar 250 delegasi dari 26 negara anggota Partners in Population and Development (PPD) berpartisipasi dalam konferensi antar-kementerian internasional dua tingkat mengenai populasi dan pembangunan di Yogyakarta. Bersama-sama diorganisir dan bekerjasama dengan United Nations Population Fund (UNFPA) dan Badan Keluarga Berencana dan Kependudukan Nasional (BKKBN), konferensi tersebut dibuka secara resmi pada hari Selasa (28/11) oleh Koordinator Pembangunan Manusia dan Menteri Kebudayaan Puan Maharani.

Dalam sambutan pembukaan pidatonya yang membuka konferensi PPD ke-14, Puan mengatakan bahwa tema “Kota Berkelanjutan, Mobilitas Manusia dan Migrasi Internasional – Kebutuhan Perspektif dan Intervensi Selatan-Selatan” selaras dengan tema sesi ke-51 yang akan datang dari Komisi Kependudukan dan Pembangunan PBB tahun 2018. “Memahami urbanisasi dan migrasi sangat penting karena kedua proses memiliki dampak pembangunan yang signifikan di tingkat global, regional, nasional dan sub-nasional,” kata Puan.

Dia mengatakan bahwa isu tersebut akan dibahas dalam konteks enam intervensi prioritas dari kerjasama Selatan-Selatan, yaitu integrasi dinamika populasi ke dalam rencana pembangunan nasional; peningkatan akses remaja terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi; layanan kesehatan ibu dan anak yang terjangkau dan mudah diakses; kohesi sosial populasi migran; penuaan sehat; dan fokus pada hubungan antara kemiskinan dan kesehatan secara global.

“Konferensi ini berfungsi sebagai platform global untuk peer review, pertukaran pengetahuan dan pengalaman, pengembangan jaringan dan promosi kerja sama Selatan-Selatan mengenai kesehatan, populasi dan pengembangan seksual dan reproduksi,” jelas Puan.

Peranan Global Indonesia

Kepala Sekretariat Nasional Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Nofrijal mengatakan konferensi PPD ini merupakan inisiatif antar pemerintah yang dibuat untuk memperluas dan memperbaiki kerjasama dari Selatan ke Selatan di bidang kesehatan reproduksi, kependudukan, dan pembangunan.Tentu, konferensi ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan rencana BKKBN selanjutnya.

Direktur Eksekutif UNFPA, Natalia Kanem mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak pengalaman untuk ditawarkan ke negara-negara lain yang memasuki tahap demografi yang serupa, terutama di Afrika, seperti bagaimana memanfaatkan dividen demografis dan pada saat yang sama menuai jumlah bonus populasi di seluruh sektor. Bagaimanapun, Indonesia memiliki pengalaman yang tidak sedikit dalam hal ini.

“Saya berharap Indonesia dapat memainkan peran lebih besar di bidang ini,” katanya pada hari pertama konferensi antar kementerian internasional dua hari mengenai populasi dan pembangunan di Yogyakarta pada hari Selasa.Tentunya, peranan ini menjadikan Indonesia semakin bersemangat untuk terus memperbaiki dan melanjutkan program yang sudah dinyatakan berhasil.

Kanem juga menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah Indonesia karena telah aktif sejak awal tahun 1980an dalam berbagi pengalamannya di antara negara-negara berkembang lainnya.”Sampai saat ini, saya diberitahu bahwa sekitar 5.500 pejabat dari 94 negara belajar melalui pertukaran tentang program keluarga berencana di Indonesia.Ini merupakan bukti komitmen negara tersebut untuk memfasilitasi pembangunan Poker uang asli berkelanjutan global di era tujuan pembangunan berkelanjutan, “katanya.

Acara ini sendiri berjalan sesuai dengan rencana dan diharapkan akan menambah hubungan baik antar perwakilan negara serta sumbangsing Indonesia tentang program ini terhadap negara lain juga akan meningkat sehingga negara-negara berkembang lainnya juga dapat menjalankan program keluarga berencana secara efektif dan berdampak positif bagi bidang lain seperti sosial dan ekonomi.