Alami Masalah Keuangan, Film Paddington 2 Dijual

Ada beragam alasan kenapa sebuah rumah produksi kemudian menjual film yang telah digarapnya kepada perusahaan film atau rumah produksi lain. Alasan yang paling sering mengemuka adalah masalah keuangan. Seperti halnya yang terjadi dengan sebuah studio bernama The Weinstein Company yang memiliki hak penuh atas film klasik dengan karakter beruang teddy yang berjudul Paddington 2. Film ini belum dirilis, tetapi kabarnya studio tersebut menjual haknya kepada pihak lain. Seperti apakah ceritanya?

The Weinstein Company Jual Paddington 2

Tersebar kabar jika saat ini The Weinstein Company sedang mencoba menjual hak domestik Paddington 2 yang akan tayang mendatang. The Weinstein Company mengalami masalah keuangan setelah tuduhan yang dilabelkan pada Harvey Weinstein. Kemudian, sebuah laporan mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut berusaha untuk menjual Paddington 2 ke pihak studio lain. Kini, studio lain tersebut telah mengakuisisi hak distribusi Paddington 2 untuk wilayah bagian Amerika Utara dari The The Weinstein Company. Film ini sendiri tetap akan mempertahankan tanggal rilis domestiknya pada tanggal 12 Januari 2018.

The Weinstein Company hanya menangani distribusi negara bagian untuk film sekuel tersebut, yang diproduksi oleh StudioCanal dan Heydey Films. Pihak pencipta di balik Paddington 2 juga ingin menjauhkan diri mereka serta menjauhkan berbagai film anak-anak dari pengaruh The Weinstein Company sehubungan dengan tuduhan yang mengatakan jika pimpinan perusahaan tersebut melawan produser. Dengan The Weinstein Company ingin menjual hak distribusinya maka ini memberikan peluang bagi Paddington 2 untuk menemukan ‘rumah baru’.

Film ini sendiri telah berhasil dengan baik di Inggris.Sewaktu film ini dirilis ke bioskop film ini mendapatkan antusiasme penonton yang luar biasa.Film ini juga merupakan sebuah anugerah bagi Warner Bros. yang dapat mendistribusikannya dan dikatakan sebagai properti tercinta serta sukses secara finansial. Ya, film ini telah sukses dan Paddington 2 akan membuat siapa saja yang memiliki haknya kembali mendulang keuntungan.

Film Paddington yang Sukses

Film Paddington yang pertama nampaknya muncul entah dari mana tapi buktinya berhasil mendapatkan sambutan yang sangat hangat. Film ini bahkan menghasilkan $ 268 juta di box office sedunia.Warner Bros memperoleh hak distribusi untuk Paddington 2 dari The Weinstein Company dan ini merupakan hasil terbaik dan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat. Masih harus dilihat lagi apakah film The Weinstein Company lainnya juga akan menemukan rumah baru atau tidak sehubungan dengan tuduhan Ceme online tersebut.

Paddington 2 sendiri akan melanjutkan petualangan beruang tituler setelah ia tinggal bersama keluarga Brown. Beruang itu, yang terkenal dengan mantel dan topinya, mengambil serangkaian pekerjaan aneh untuk membeli hadiah yang akan diberikan di hari kepada bibinya Lucysaat hari ulang tahun bibinya. Paddington 2 akan kembali dibintangi oleh aktor Hugh Bonneville, Sally Hawkins, Julie Waters, Jim Broadbent dan suara Paddington sendiri diisi oleh Ben Whishaw.

Aktor Hugh Grant dan Brendan Gleeson juga akan meramaikan film keluarga tersebut. Sedangkan untuk sang pengarah, Paul King kembali terpilih untuk mengarahkan sekuel berdasarkan naskah yang dia tulis bersama Simon Farnaby. Film-film tersebut didasarkan pada serangkaian buku tentang beruang cinta marmal yang ditulis oleh penulis Michael Bond, yang meninggal awal tahun ini.

Trailer film ini sendiri dibuat seolah-olah penggemar film pertama, nantinya akan sangat menyukai kembalinya film tersebut ke layar lebar. Film ini sebelumnya telah dirilis di Inggris dan mendapatkan ulasan positif serta melampaui jumlah penonton di akhir pekan pembukaan orisinalnya.Paddington 2 rilis di bioskop Amerika Utara pada tanggal 12 Januari 2018.

Kuasai Bos Office, Pendapatan ‘JUSTICE LEAGUE’ Malah Mengecewakan

Jelang akhir tahun 2017, Warner Bros (WB) akhirnya merilis JUSTICE LEAGUE yang merupakan salah satu bagian penting dari DC Extended Universe (DCEU). Ditayangkan di Indonesia sejak 17 November 2017, film superhero-assemble dari DC ini memang digadang-gadang menjadi salah satu blockbuster di tahun 2017. Namun pendapatan dari pemutaran perdana film ini justru di bawah harapan meski meraih box office.

 

Tayang di 4.051 bioskop Amerika Utara di hari pertama, JUSTICE LEAGUE ‘cuma’ mengumpulkan USD 95 juta (sekitar Rp 1,2 triliun). Dilansir Variety, angka ini tentu di bawah estimasi WB sebesar USD 110 juta (sekitar Rp 1,4 triliun). JUSTICE LEAGUE bahkan kalah dari film solo WONDER WOMAN yang meraih USD 103 juta (sekitar Rp 1,3 triliun) di hari perdananya.

 

Sejauh ini di tahun 2017, sudah ada enam film selain WONDER WOMAN yang menembus angka seratus juta dolar dengan tiga film superhero dari pesaing DC yakni Marvel lewat GUARDIAN OF THE GALAXY VOL 2 (USD 146,5 juta = Rp 1,9 triliun), THOR: RAGNAROK (USD 122,7 juta = Rp 1,6 triliun) dan SPIDERMAN: HOMECOMING (USD 117 juta = Rp 1,5 triliun).

 

Dapat Rating Buruk di Rotten Tomatoes

 

PR besar tentu masih harus dilakukan CEO DC, Geoff Johns jika dirinya memang ingin membuat film superhero DC sesukses film jagoan-jagoan Marvel. Karena JUSTICE LEAGUE mendapat penilaian dingin dari para kritikus. Situs review dan berita Rotten Tomatoes hanya menetapkan rating 36% pada JUSTICE LEAGUE.Biang keladi rating yang tidak cukup baik ini adalah plot yang kacau hingga efek CGI pada Steppenwolf yang dianggap buruk.

 

Berkumpulnya pada superhero memang menarik meski dianggap cuma muncul untuk bertarung. Beruntung sosok Flash dan Aquaman begitu mencuri perhatian dan perubahan kepribadian Batman yang tampak lebih kalem. Sejauh ini dari lima film yang sudah dirilis WB-DC dalam rangkaian DCEU, WONDER WOMAN memiliki rating terbaik yakni 92% dan posisi kedua ada MAN OF STEEL (2013) dengan 55%. Raihan terburuk didapatkan oleh BATMAN V SUPERMAN: DAWN OF JUSTICE (2016) yang cuma 27% atau SUICIDE SQUAD (2016) hanya 26%.

 

Bandingkan dengan 17 film yang sudah dirilis Disney-Marveldi mana skor terendah adalah milik THOR: THE DARK WORLD (2013) dengan 66%. Sementara enam di antaranya punya rating di atas 90% dan yang terbaik adalah IRON MAN (2008) dengan 94%. Meskipun begitu CEO Marvel yakni Kevin Feige masih menilai Superman sebagai model superhero terbaik yang pernah ada. Bahkan Feige begitu antusias akan menonton JUSTICE LEAGUE dan menjalin hubungan baik dengan Johns.

 

Joss Whedon Memperkeruh Suasana?

 

Salah satu hal unik lain dari JUSTICE LEAGUE adalah keberadaan Joss Whedon bandar togel sgp yang masuk di bangku sutradara menggantikan Zack Snyder. Whedon ialah otak di balik suksesnya dua film Marvel, THE AVENGERS (2012) dan AVENGERS: AGE OF ULTRON (2015). Snyder memilih mundur usai kematian putrinya, Autumn Snyder pada Maret 2017 karena bunuh diri. Di tangan Whedon, beberapa perubahan dilakukan termasuk mengganti akhir cerita JUSTICE LEAGUE.

 

Hanya saja Whedon membuat banyak fans DC geram kala ketahuan memberi tanda suka dalam komentar miring atas Steppenwolf di JUSTICE LEAGUE. Warganet yang mengkritik itu menyebut kalau Steppenwolf adalah musuh terburuk yang pernah tampil di film layar lebar. Aksi Whedon ini dituding menjatuhkan JUSTICE LEAGUE dan membuat sakit hati para fans.