Tensi Rusia-Inggris Meningkat, Fans Inggris Gagal ke Rusia?

Ketegangan politik antara Inggris dan Rusia setelah serangan tewasnya agen seorang agen bersama dengan putrinya di sebuah restoran di Inggris bisa memaksa fans Inggris untuk batal ke Rusia untuk dukung timnas di Piala Dunia. Wacana di Inggris juga menyarankan agar ada boikot Piala Dunia Rusia karena Putin bisa saja menggunakan Piala Dunia sebagaimana Hitler lakukan pada Olimpiade 1936.Ada juga yang mengatakan tak perlu boikot karena timnas Inggris telah bekerja keras untuk Piala Dunia.

Ketegangan Politik Masih Memanas

Laporan baru-baru ini mengindikasikan penjualan tiket kepada suporter Inggris turun drastis dari penjualan tiket Piala Dunia Brasil 2014.Kantor Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran (FCO) juga telah mengeluarkan saran perjalanan baru kepada siapa pun yang berniat mengunjungi Rusia pada bulan Juni dan Juli.Ya, ini adalah buntut dari ketegangan antara Inggris dan Rusia yang telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir menyusul insiden tewasnya mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia.

Inggris menuduh Rusia yang telah meracuni kedua orang tersebut dengan dasar racun yang digunakan merupakan produksi Uni Soviet.Akan tetapi, Rusia menolak dan mengusir 23 diplomat Inggris.Mengingat iklim politik saat ini antara kedua negara yang masih memanas, FCO mendesak wisatawan dan fans sepakbola untuk menghindari protes togel hongkong dan menghindari berkomentar secara terbuka tentang perkembangan politik di Rusia.

“Karena ketegangan politik yang meningkat antara Inggris dan Rusia, Anda harus menyadari kemungkinan sentimen anti-Inggris atau pelecehan saat ini,” kata penasehat resmi FCO mengingatkan. Ya, timnas Inggris asuhan Gareth Southgate akan terbang ke Rusia pada musim panas, dengan pertandingan Grup G melawan Tunisia, Panama dan Belgia di kota Volgograd, Nizhny Novgorod dan Kaliningrad.

Dampak Bagi Fans Inggris

Situasi yang sedang berlangsung saat ini telah memperlihatkan banyak penggemar mengubah rencana perjalanan mereka menjelang turnamen terbesar sepakbola. Salah satu orang atau fans Inggris yang merasakan dampaknya adalah Max Bell, 25, dari Scunthorpe. Perjalanan selama “dua minggu seumur hidup” Max ke Rusia bersama teman-teman universitasnya telah dipengaruhi oleh berbagai peristiwa yang saat ini sedang terjadi.

Max mengatakan bahwa cukup sulit untuk berada di Rusia. Dia dan rekannya tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dan dimana mereka harus tinggal. Rencananya kemungkinan akan bata. Dia mengatakan; “Kami telah memutuskan untuk terbang ke Lithuania, tinggal di sana dan berkendara ke Kaliningrad hanya untuk pertandingan grup terakhir melawan Belgia.Ini dimaksudkan untuk menjadi perjalanan seumur hidup tetapi kami telah mengubah segalanya sekarang.”

Dia melanjutkan; “Kami telah menyaksikan berita tentang racun syaraf Salisbury (racun yang digunakan untuk membunuh agen Rusia) dan mengikutinya dengan seksama dan inilah yang akan kami lakukan.” Max dan rekannya tentu ingin melihat tim kesayangan bertanding. Namun, sepertinya jika tidak gagal semua, hanya gagal sebagian dan ini cukup membingungkan sekaligus disesali.

Satu laporan di The Times menyatakan bahwa Asosiasi Sepakbola telah menjual kurang dari 2.000 tiket kepada para pendukung resmi untuk pertandingan grup, Inggris melawan Tunisia dan Panama, dan Inggris bahkan tidak mendaftar di 10 negara teratas untuk tiket yang sudah terjual. Tapi satu operator tur yang berbasis di London bersikeras bahwa itu akan menjadi turnamen yang pantas untuk diingat – untuk semua alasan yang benar. Kita akan melihat perkembangan berita ini.

Jose Mourinho Kesal Atas Imbangnya United – Leicester

Sebenarnya, kekesalan seorang manajer terhadap tim asuhannya saat alami kekalahan atau bermain tidak bagus adalah hal yang wajar. Namun, kekesalan tersebut bisa terlalu menyakitkan ketika sebuah tim yang besar dan kuat harus ditahan imbang oleh klub yang hampir saja terjun ke degradasi. Ya, Manchester United yang memiliki materi yang sangat bagus dengan dukungan dana yang kuat, akhirnya bermain imbang 2 – 2 saat berhadapan dengan Leicester City. Ini membuat Jose Mourinho kesal.

Mourinho Kesal dengan Man Utd

Sepertinya, kekesalan Jose Mourinho tidak bisa dibendung lagi. Dia menyebut tim asuhannya dengan sebutan ‘childish’ atau kekakan-kanakan usai mengetahui hasil akhir pertandingan saat bertandang di kandang Leicester City. Tentu, ada banyak hal yang membuat United tidak bisa mengalahkan Leicester. Memang, awalnya Man Utd menguasai jalannya pertandingan hingga merekapun berhasil mencetak gol. Namun, serangan balik sang tuan rumah juga tidak bisa dihentikan.

Tentang hal ini, dimana Utd tidak bisa mengumpulkan 3 poin penuh, sang manajer asal Portugal, Mourinho ditanya oleh wartawan media olahraga judi togel dan dia menjawab; “Saya tidak tahu.” Sepertinya, Mourinho tidak ingin berkomentar banyak terkait ditahan imbangnya Utd oleh Leicester City, klub yang hampir terbuang karena degradasi.Tapi, manajemen Leicester City yang terus membaik juga tidak bisa diabaikan begitu saja.Leicester City juga terus naik grafiknya setelah pergantian manajemen.

Jose Mourinho mengatakan; “Kami tidak menang karena kami melewatkan peluang luar biasa, saya akan mengatakan peluang yang menggelikan, dan kemudian di detik terakhir permainan kami (juga) melakukan kesalahan defensif yang besar.”Memang, beberapa kali Man Utd terlihat membuat cukup banyak kesalahan.Namun, ini juga tidak bisa menjadi alasan.Bagaimanapun, United sepertinya membutuhkan sesuatu untuk bangkit kembali.

Mou melanjutkan; “Ini adalah akumulasi kesalahan dalam pertandingan yang mudah untuk menang.Tim bermain dengan baik dan di babak kedua, hasilnya seharusnya empat, lima, enam tapi kenyataannya adalah 2-2.”Memang cukup menyakitkan ketika dia penuh harapan mendapatkan poin penuh dan menang telak atas Leicester City, justru berakhir dengan skor imbang 2 – 2.

Kekalahan dan Hukuman

Hal yang juga membuat Jose Mourinho semakin kesal bukanlah kekalahan atau kesalahan yang telah dibuat anak buahnya saja melainkan juga hukuman.Dia mengatakan; “Terkadang Anda membuat kesalahan dan Anda tidak dihukum, tapi kami dihukum.”Dia melanjutkan; “Kami dihukum karena kesalahan kami, apa lagi yang bisa saya katakan? Ini adalah pertandingan yang mudah untuk menang, tapi ketika Anda melewatkan peluang besar di depan gawang dan bukan hanya itu tapi juga kesalahan yang menggelikan, maka Anda akan dihukum pada akhirnya.”

Menurut Jose Mourinho, kesalahan yang dilakukan oleh anak buahnya adalah kesalahan yang kekanak-kanakan dan menggelikan. Padahal seharusnya itu tidak terjadi.Singkatnya, ini adalah minggu yang buruk bagi United.Mereka kini terpaut 13 poin dari pemimpin klasemen Manchester City.Buruknya lagi, hasil imbang tersebut didapat hanya tiga hari setelah mereka tersingkir dari Piala Carabao oleh klub Kejuaraan Bet Gloucester Bristol City.

Namun Mourinho mengaku dirinya masih bahagia akan dirinya dan tim. Dia mengatakan; “Saya merasa hebat. Serius, satu hal harus membuat saya marah sebagai manajer dan di sisi lain saya  merasa hebat sebagai seorang pria. Saya merasa hebat, saya bekerja keras.”Walaupun terkesan menghibur diri, memang yang dilakukan oleh Jose Mourinho dan anak buahnya juga perlu diapresiasi untuk meraih gelar juara walau sepertinya itu sulit.